skip to main |
skip to sidebar
Ingin kucari cinta namun yang kudapat justru gundah gulana...
Kucari seorang kasih tetapi perih yang yang kuraih...
Ku berharap sebuah sayang, namun justru diri seakan terbuang...
Mengapa gerangan??
Mungkin karena cinta, kasih dan sayang adalah kebutuhan seorang hamba...
Bukan untuk sang Pencipta...
Baiklah, jikalau begitu ku tak kan terlalu berharap pada cinta. Aku kan menggantungkan cita-cita dengan pena...
Dengan pena, ku kan melanglang buana mengelilingi dunia. Mencari yang lebih bermakna pemberian Sang Maha Kuasa...
LQ Jannaty, Jogja City 1438 H
Kala kau duduk di sampingku..
Getaran itu semakin menjadi..
Menggebu, dalam kalbu...
Bungkam bibirku..
Kaku tubuhku..
Terpaku diriku..
Masih terpana mataku...
Menatap teduhnya parasmu...
Ingin ku berucap, namun bibir ini hanya membisu..
Mengapa malu saat ada temu, namun rindu melanda saat kau sudah berlalu..
Ah, kala itu..
Mungkin ini hanya soal waktu.
*JOGJA.12042017*
Detik demi detik berlalu. Namun tak satu kata, bahkan huruf pun tertulis pada komputer di depanku. Jari jari tangan seakan kaku . Enggan diajak menari di atas keyboard yang masih sajasaja menanti. Mata pun seakan ingin terpejam tuk memulai petualangan alam mimpi.
Entah mengapa malam ini rasanya tak seperti biasanya, hambar. Tak ada rasa dan selera. Entah mengapa. Ah, rasanya aku adalah makhluk paling aneh dan bodoh dalam hidup ini. Menatap layar kosong. Putih, tanpa sepotong huruf pun menghias layar komputer. Aku ingin berdamai dengan waktu dan suasana. Ingin kembali bergairah walau hanya sesaat. Ingin meluapkan semua yang terpendam dalam otak.
Namun, masih saja aku terpaku. Bagai mulut yang membisu. Ingin kembali berdamai dengan keadaan yang sedang menerpaku. Ya Allah.... Apa dosaku? Hingga aku seakan seperti seonggok batu tak berharga di hadapan-Mu. Kurang bersyukurkah diri ini? Terlalu banyak mengeluh dengan semuanya. Ampuni hamba ya Robb.... Ampuni, hapuslah segala dosaku. Jadikan aku orang yang selalu dalam jalan-Mu.
Kembali kucoba gerakkan jari tangan ini di atas keyboard, menarikan gerakan layaknya seorang penulis. Memantabkan hati serta pikiran dalam satu titik untuk menggali isi otak. Kuaduk-aduk serta kukorek habis setiap sudut ruang kepala. Kukeluarkan dalam bentuk kata. Hingga... Ah, sama saja. Masih belum bisa bahagia dengan kata-kata. Tetapi biarlah. Mungkin sang waktu yang dalam genggamanNya lah penentu semua itu.
republikmimpiLQ
23.59 WIB