BREAKING

Minggu, 18 Juni 2017

Belum Seberapa




Ah, ini bukan apa-apa...

Tiga hari perjalananku menuju kampung halaman belum seberapa..

Bila dibanding dengan perjalanan dakwah para wali berhari-hari 

Menyusuri hutan belantara..

Lebih sulit, lebih pedih, bahkan lebih letih..

Itu semua demi tegak dan jayanya agama Allah di bumi nusantara...


Lelahku dalam berjalan itu terlalu biasa...

Bila dibandingkan dengan para kyai yabg berdakwah berhari-berhari tanpa kenal masa...

Mengislamkan yang masih awam dan menaubatkan manusia berlumur dosa..


Rasa lapar dan hausku ini hanya sebentar saja..

Dapat terobati dengan beberapa teguk es teh atau es jeruk di kala 
berbuka..

Sedang mereka (para wali dan kyai), lapar dan hauslah yang justru 
menjadi santapannya...

Aku menyeberangi lautan bisa beberapa jam saja..

Dengan kapal-kapal yang siap berlayar mengantar kapan saja...


Tetapi para wali dan kyai..

Dulu, mereka harus menempuh hitungan hari.. bahkan bulan..

Agar sampai di seberang pulau sana..

Hanya berbekal tekad dan ridho Ilahi Rabbi, mereka rela syahid di 

jalanNya..

ah, tentu ini belum seberapa..
Tiga hari saja...


#selatsunda,23rmdhn1438H
#salamsatujiwasantri
#sedang'otewe'sumatera

Rabu, 14 Juni 2017

Aku Ingin Berkelana




Aku ingin berkelana..

Bukan karena apa apa..

Hanya saja, aku ingin tahu..

Seluas apa tanah nusantara

Bahkan dunia..

Memuji besarnya ciptaan-Mu


Aku ingin berkelana..

Menghirup udara pada setiap tempat

di belahan bumi pertiwi

Menjejakkan kaki di setiap ranah yang berbeda

Mencium harumnya tanah dan air pusaka


Aku ingin berkelana...

Mengejar asa, menemukan cita

Bahkan tak dipungkiri pula, cinta

Yah, cinta. (Masih) cinta manusia biasa


Aku ingin berkelana...

Menemukan hal baru yang belum pernah ada dalam hidupku

Menyendiri, sembari memuji kebesaran ciptaan-Mu

Dalam relung kalbu, aku merindu.


Aku ingin berkelana...

Entah mengapa, hati serasa hampa

Teramat sesak di dada

Semoga Dia tunjukkan jalanNya

Sabtu, 10 Juni 2017

Setetes Asa dibalik Kata kata





Di sudut sebuah pesantren... Sepi. Sunyi. Seorang pemuda dengan membawa segenggam harapan, ia melangkah. Beranjak dari kamar usangnya. Menyambar sebuah tas dengan beberapa tumpuk buku di dalamnya. Menuruni tangga, menyusuri lorong-lorong kelam, berteman suara jangkrik dan cicak yang setia menemani malam.

Beberapa saat kemudian, sampailah ia di sebuah gubuk reyot pinggir sawah. Bersanding segelas kopi hitam yang semakin dingin. Sedingin malam itu. Cahaya rembulan serta kerlip bintang seakan berdoa. Berharap Tuhan selalu membimbing dan mengabulkan segala pintanya. Sang pujangga ilmu yang sedang menyusuri jejak-jejak, menuju singgasana dan tahta. Namun bukanlah yang disangka kebanyakan manusia.

*sang_jejak*
 
Copyright © 2013 PUJAKESUMA BLOGGER
Design by FBTemplates | BTT